Jumat, 02 Desember 2016

Karena Menang Terus, Burung 600 juta ini dilarang Ikut Lomba


Hai Sobat Champion? Sudah Juara Belum burung kalian? hehehe. Jika biasanya kita menanyakan kabar orang, tapi di sini kita menanyakan kabar burung. Ibarat peribahasa, burungmu harimaumu. Bener gak tuh peribahasanya? hehehe. Kali ini saya akan menyajikan info dari omkicau, isinya sangat menarik karena membahas murai batu Happy Birdday. Kalian pasti tau dong siapa si Happy Birdday itu. Berikut kutipannya,

Happy Bird day (HBD) milik Om Akia Jambi termasuk salah satu murai batu fenomenal yang pernah dijumpai di negeri ini, selain Suara Sakti kepunyaan Om Andy Donk Jogja dan Natalia. Kalau Natalia milik Om Gunawan (Solo) sudah tiada, HBD dan Suara Sakti sampai sekarang masih eksis di lapangan.
Suara Sakti memang paling menghebohkan, karena sudah lebih dari 18 tahun tampil di lapangan: rekor yang sulit terpecahkan oleh murai-murai lainnya.

Murai batu Happy Bird day juga tak kalah fenomenal. Pasalnya burung ini langganan juara sejak tahun 2012. Bahkan sebagian besar prestasi ini diraihnya dalam event-event nasional baik di Sumatera maupun Jawa.

Lelaki yang juga pengusaha elektronik di Kota Jambi ini menceritakan pengalamannya saat kedatangan seorang kicaumania yang ingin meminang HBD. “Saat itu, tahun 2014, ada yang berminat meminang HBD, dengan penawaran 600 juta rupiah,” jelasnya.

Pemilik burung murai asal Jambi, Hakia, mengaku burungnya pernah ditawar hingga Rp600 juta. Namun, ia tidak mau menjualnya. Soalnya, burung ini sudah langganan menjadi juara lomba kicau.

"Soalnya susah cari burung dengan kualitas kayak gini," kata Hakia kepada Suara.com di acara kompetisi burung Royal Cup di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Tetapi batinnya tidak dapat menerima pinangan itu, karena dia terlanjur sayang kepada HBD. Bukti kecintaannya terhadap HBD juga pernah ditunjukkan Om Akia saat burung kesayangannya itu ngedrop cukup lama, sekitar 1,5 tahun nggak mau nampil di arena.

Bagi yang nggak benar-benar sayang, buat apa sih mempertahankan murai yang drop mental? Tetapi tidak demikian dengan Om Akia. Dia tetap telaten merawat HBD (benar-benar merawat sendiri di rumahnya, bukan menggunakan jasa orang lain).

Saat ini HBD sedang mabung, dan diperkirakan baru selesai Maret mendatang. Sejak dulu Om Akia sadar bahwa setiap burung pasti akan mabung, dan harus istirahat dari lomba. Karena itulah, dia menyiapkan gaco-gaco pelapis ketika HBD mabung.

Hampir semua pelapis HBD juga berkualitas dan kerap menjuarai lomba, misalnya murai batu Koto, Ucil, Joker, Asoka, Tunjuk Langit, dan Ciak Lohai. “Tapi Ucil pun sekarang sedang mabung,” kata Om Akia.

Ia mengatakan burung jenis murai Jambi tersebut sudah puluhan kali juara di berbagai kompetisi. Bahkan, kata dia, burung ini sempat dilarang ikut kontes burung di Jambi.

"Kalau buat juara, Happy Birdday (nama burung murai Jambi tersebut) udah puluhan kali. Kalo di Jambi sendiri dia sudah di boikot nggak boleh main (ikut lomba) di sana," tambahnya.

Lebih jauh Hakia bercerita. Selain karena perawatan, kualitas burung juga ditentukan oleh garis keturunan.

Bila indukannya berkualitas baik, kualitasnya pun besar kemungkinan menurun.

"Selain pastinya dari perawatan, burung itu harus dilihat keturunannya. Makin bagus indukan, maka makin bagus juga turunannya," kata Hakia.

Hakia mengaku tidak ada perawatan khusus untuk Happy Birdday.

"Untuk perawatan sama saja ya. Dijemur pagi, dimandikan, dibersihkan kandangnya. Paling perawatan khususnya hanya pemberian minum kita kasih air oksigen dan pemberian kroto yang rutin," ujarnya.


EmoticonEmoticon